Untuk Bebas Harus Terikat

Sabtu, 25 Juli 2009

Untuk Bebas Harus Terikat?? Anda bingung dengan kalimat tersebut?? Awalnya saya juga bingung, namun setelah dipikir-pikir lebih lanjut, ternyata ada benernya juga.. Ayo kita bahas lebih lanjut, tapi sebelu bahas, senyum dulu donk..^_^

Nah, kita mulai dengan tanya menaya deh.. Jikalau anda-anda ditanya, "Lebih memilih hidup TERIKAT atau hidup BEBAS??" Pasti sebagian besar anda-anda akan menjawab, "Ya, hidup bebas lah!! Ga ada beban dan hidup semaunya..". Ga mungkin kan anda-anda bakal jawab, "Hidup terikat juga gapapa deh, asal bisa makan", kalaupun ada yang jawab kaya gitu, pasti ga banyak. Saya pribadi pun lebih pilih jawaban yang pertama.. Siapa juga yang ga mau hidup BEBAS, ya ga??

Tapi apakah anda-anda tahu, kalo untuk bisa hidup BEBAS, kita harus TERIKAT, dan apabila kita mau hidup TERIKAT, kita boleh saja hidup dengan BEBAS.

Andaikan anda-anda sedang dijalan dan mengendarai motor.. Karena jalanan sepi akhirnya anda-anda ngebut sampe kecepatan 500 km/jam, lagi enak-anak ngebut-ngebutan kaya rossi, tiba-tiba lampu ketemu lampu merah, Nah, anda-anda bakal ngapain?? Terusin ngebut kah atau berhenti kah??

Kalau anda-anda berpikir untuk hidup BEBAS, pasti anda-anda akan terus ngebut dan cuek sama lampu merahnya, tapi apa yang terjadi kemudian?? Anda-anda bisa saja tertabrak mobil atau ditilang polisi dan artinya anda-anda akan TERIKAT.. Sedangkan jika anda-anda terbiasa untuk hidup terikat, anda-anda akan berhenti dan mematuhi lampu lalu lintas, namun apa yang akan anda dapatkan?? Setelah lampu hijau menyala, anda-anda BEBAS pergi kemana saja, tanpa harus tertabrak atau ditilana polisi, dan artinya anda-anda akan BEBAS!!

Dari contoh yang kecil itu, kita bisa lihat, kalau anda-anda hidup dengan BEBAS, pada akhirnya anda akan TERIKAT, namun jika anda bersabar untuk terbiasa hidup dengan TERIKAT, anda-anda akan mendapatkan suatu KEBEBASAN!!

Jadi, Apabila anda-anda ingin hidup BEBAS, maka anda-anda harus TERIKAT..
Ayo, hidup sesuai dengan aturan, then our life will be better..
See You..

Diposting oleh April-ian di 09.02 0 komentar  

Bom Indonesia, Bukan Pekerjaan Orang Indonesia

Minggu, 19 Juli 2009

Lagi dan Lagi... Pagi yang indah, diganggu oleh suara ledakan bom di daerah Jakarta, tepatnya Bom di Kuningan, Hotel Marriot dan Ritz Carlton.. Suara orang menjerit turut meramaikan suasana pagi itu.. Bom bunuh diri yang meledak, bukan sekedar menghacurkan sebagian ruangan hotel namun, menjadikan klub elit sepak bola Eropa, Menchester United, batal datang ke Jakarta..

Lebih dari 10 orang tewas, dan puluhan orang luka ringan dan berat.. Dan diantara orang-orang itu, sebagian besar adalah warga negara Indonesia yang bekerja disana.. Mungkinkah ini pekerjaan orang Indonesia??
Lalu diantara sekian banyak yang jadi korban, sebagian besar adalah orang yang beragama Islam.. Mungkinkah ini pekerjaan orang Islam??

Lalu mengapa mereka yang melakukannya bisa dengan seenaknya membawa nama agama dan suku Bangsa?? Lalu kenapa orang yang ada di benua lain, bisa berkata bahwa Islam adalah teroris??
Adakah terpikir oleh kita, bahwa kita sedang diadu domba oleh pihak-pihak yang tidak senang dengan Islam?? Atau mereka yang tidak ingin bangsa ini maju??
Saya tidak percaya bahwa Orang Indonesia yang beragama, apapun itu agamanya, bisa dengan teganya membunuh saudaranya sendiri. Bahkan dengan alasan yang tidak masuk akal..

Bom kali ini, telah merenggut banyak harapan, usaha, dan kerja keras yang selama ini dilakukan oleh bangsa ini.. Ketika ada secercah harapan untuk membuat kembali harum nama Indonesia di mata dunia, sekelompok orang mengambilnya dengan sangat mudah..

Siapa pun orangnya, Entah ayah dan ibunya adalah orang Indonesia, atau Anak dan Istrinya merupakan orang Indonesia. Tapi dari hati nurani, mereka bukanlah Orang Indonesia..
Mereka tidak berhak mengaku sebagai Orang Indonesia.. Karena Mereka adalah Musuh Orang Indonesia..

Diposting oleh April-ian di 10.25 2 komentar